Ditangani Sembarangan, Tulang yang Patah Berisiko Tumbuh 'Berantakan'
Sabtu, 25/10/2014 12:04 WIB
Jakarta, Patah tulang atau dalam bahasa medis disebut
dengan fracture adalah salah satu kecelakaan yang kerap dialami banyak orang.
Meski patah tulang jarang berkembang menjadi hal serius yang membahayakan jiwa,
penanganan yang salah dapat berakibat fatal.
Diutarakan dr Harmantya Mahadipta, SpOT, dari RS Fatmawati, dalam kehidupan
masyarakat Indonesia, saat seseorang mengalami patah tulang umumnya dokter
bukan menjadi prioritas utama untuk berkonsultasi.
"Memang sih tulang dapat sembuh sendiri, tapi ya sembuhnya itu bagaimana.
Kalau asal-asalan ditangani tulang bisa tumbuh tapi berantakan. Biasanya kan
kaki cuma dibebat terus dikasih beberapa ramuan dan dibilang 'nanti bakalan
lempeng sendiri', padahal enggak," kata dr Harman pada acara Emergency
Fair and Festival, di Perpustakaan UI, Depok, Sabtu (25/10/2014).
dr Harman mengaku setiap ia berpraktik sehari-hari di RS Fatmawati, kasus orang
dengan tulang yang tidak menyambung atau salah sambung selalu ia temukan.
"Paling parah kondisi pasien berakhir dengan kematian ekstrimitas. Jadi
kakinya sudah enggak valiable lagi, mesti diamputasi. Itu biasanya terjadi
karena bebat yang terlalu kencang sehingga pembuluh darahnya tersumbat,"
tambah dr Harman.
dr Harman bercerita salah satu pasiennya bahkan ada yang datang dengan kasus
tulang salah sambung yang sudah berusia tujuh tahun. Hal tersebut dikatakan dr
Harman sulit untuk diobati karena tulang yang tersambung sudah tumbuh menguat.
"Ya ini terpaksa kita operasi, dipatahkan lagi tulangnya dan itu sulit
sekali. Padahal awalnya itu bisa tidak perlu dioperasi misalnya dengan gyps.
Maka dari itu penanganan patah tulang tidak bisa main-main, karena bisa
berisiko fatal," tutup dr Harman.
Sumber :
health.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar