Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 11/10/2014 16:04 WIB
Ilustrasi (Foto:
Thinkstock)
Jakarta, Saat
pergi ke tempat umum, tak jarang terlihat pemandangan pasangan sedang
bermesraan. Bahkan saat ini, tak sedikit anak-anak yang kerap mendengar istilah
pacaran. Lalu, bagaimana sebaiknya orang tua menanggapi?
"Kenalkan pada anak bahwa pacaran adalan proses berkenalan sebelum
seseorang akan menikah. Sehingga terbentuk konsep di pikiran anak bahwa pacaran
adalah sesuatu yang serius," tutur psikolog Ajeng Raviando.
Ditemui usai Grand Launching 'One Stop Shopping for Mom and Baby' di Transmart
Carrefour Super Center, Cikokol, Tangerang, seperti ditulis pada Sabtu
(11/10/2014), nantinya anak bisa tidak menganggap pacaran adalah main-main.
Mengenalkan konsep seperti itu pada anak menurut ajeng termasuk dalam
pendidikan seks usia dini bagi anak. Sehingga, anak bisa tahu bahwa pacaran
baru boleh dilakukan sebelum ia memutuskan untuk menikah. Saat anak bertanya
lebih lanjut soal menikah, orang tua bisa menjadi contoh langsung.
"Menikah adalah salah satu bentuk kasih sayang antara mama dan papa.
Setelah menikah saat tiba waktunya nanti kita boleh kok memeluk, mencium pipi
atau kening seperti yang mama dan papa lakukan," imbuh Ajeng.
Dengan begitu, anak nantinya tidak akan sembarangan jika ada yang merangkul,
mencium, atau menyentuhnya. Pengetahuan seperti ini secara tidak langsung
menjadi 'pertahanan' bagi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya
pelecehan seksual.
Jika anak membicarakan soal pacaran terus menerus, orang tua perlu bertanya
bagaimana pemahaman anak tentang pacaran dan sampai sejauh mana. Jika ada yang
keliru, baru beri penjelasan sebenarnya dengan bahasa yang disesuaikan dengan
usia anak.
"Kalau kita kepepet bingung mau jawab apa, minta anak untuk menunggu
karena ayah atau ibu belum bisa jawab sekarang tapi berjanjilah kalau Anda akan
cari tahu. Saat sudah dapat jawaba, tetap terangkan pada anak. Jangan anggap
dia udah lupa lantas dibiarin aja. Justru dengan begitu anak makin percaya dan
terbuka dengan orang tua," papar Ajeng.
SUMBER :
www.health.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar