Gagal Kuliah Tapi Sukses Berbisnis, Wanita Muda Ini Punya Harta Rp 54
Triliun
Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 24/10/2014 06:55 WIB
Jakarta- Perkenalkan ini Elizabeth Holmes, wanita muda
terkaya di Amerika Serikat (AS). Ia tidak pernah lulus kuliah tapi sukses
sebagai pebisnis sampai punya harta US$ 4,5 miliar (Rp 54 triliun).
Perusahaan yang ia dirikan berpotensi mengubah industri
kesehatan AS yang sudah lama tidak menghasilkan gebrakan. Cerita berawal saat
Holmes memutuskan keluar dari Universitas Stanford di usia 19 tahun.
Ia kemudian mendirikan perusahaan sendiri memakai uang
pinjaman ke orang tuanya. Sepuluh tahun kemudian ia layak bersanding dengan
miliuner asal AS lainnya berkat kerja kerasnya menjalankan perusahaan.
"Saya pikir banyak anak muda yang punya ide menakjubkan
dan pemahaman yang mendalam, tapi sayangnya banyak juga yang tidak bergerak
cepat dalam menjalankan hidupnya," katanya seperti dikutip CNN, Jumat
(24/10/2014).
"Apa yang terjadi kepada saya sekarang ini karena saya
memulainya lebih cepat daripada orang lain," tambahnya.
Perusahaan yang ia dirikan bernama Theranos, bergerak di
industri kesehatan tepatnya sektor diagnosa laboratorium yang perputaran
uangnya mencapai US$ 76 miliar (Rp 912 triliun) per tahun.
Industri ini sudah lama tidak mengalami gebrakan. Seperti
kita tahu, cara mengetes darah sejak ditemukan pada 1960 sampai sekarang masih
sama saja .
Ide yang ia lahirkan adalah, tes darah tanpa tabung tanpa
selang, hanya beberapa tetes darah saja yang dikumpulkan dalam tempat yang
kecil. Namun tetesan darah ini bisa dilakukan 70 tes dibandingkan cara
tradisional.
Holmes berpikir kalau tes darah bisa dilakukan dengan mudah
dan efisien maka akan lebih banyak lagi orang yang mau dites untuk mengetahui
dan mencegah penyakit yang akan timbul di kemudian hari.
Kesukaannya bekerja di bidang laboratorium medis ini
merupakan turunan dari ayahnya, Christian Holmes IV, yang sepanjang hidupnya
berkarir di USAID meneliti banyak obat.
"Ayahku sering bekerja di pemulihan daerah bencana,
jadi aku tumbuh di rumah yang penuh foto anak-anak kurang beruntung di belahan
dunia lain," katanya.
"Dari situ aku yakin, ini yang akan aku kerjakan. Tak
lama aku sadar sebuah perusahaan bisa menjadi kendaraan yang tepat untuk
membuat perubahan, lalu aku mulai membuat konsep yang kira-kira bisa membantu
hidup orang lain," ujarnya.
Sumber :
www.finance.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar