Minggu, 30 September 2012

Permainan Akbombo-bombo Sulawesi Selatan


Permainan Akbombo-bombo Sulawesi Selatan

Kajang adalah suatu kecamatan yang berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Di daerah ini ada sebuah permainan yang oleh masyarakatnya disebut akbombo-bombo. Akbombo-bombo merupakan kata jadian (gabungan) dari dua kata, yaitu ak yang berarti “melakukan sesuatu” dan bombo “Mahkluk halus” . Dengan demikian, akbombo-bombo dapat diartikan sebagai “melakukan sesuatu yang menyerupai bombo (makhluk halus atau orang yang seluruh tubuhnya dibalut dengan kain)”.

Permainan akbombo-bombo berawal dari upaya orang dewasa untuk menakuti anak-anak, apabila mereka terus bermain hingga malam hari. Cara menakutinya adalah dengan menutup muka menggunakan sarung dan secara tiba-tiba muncul di hadapan anak-anak sambil berteriak, “Ya bombo. Ya bombo”. Tujuannya adalah agar mereka takut melihat orang yang menyerupai “bombo” dan segera pulang ke rumah masing-masing.

Namun, dalam perkembangannya, usaha yang tadinya dilakukan oleh orang dewasa untuk menakuti anak-anak, akhirnya malah berubah menjadi suatu permainan yang disebut akbombo-bombo. Dalam permainan ini, pemain yang berperan sebagai bombo harus ditutup mukanya dengan sarung, sebelum menebak nama salah seorang pemain hanya dengan rabaan sambil mengucapkan perkataan yang lucu agar pemain yang sedang diraba tertawa dan dapat diketahui atau disebut namanya.

Aturan Main

Pemain akbombo-bombo berjumlah 13--21 orang, dengan usia 7--14 tahun. Permainan ini dapat dimainkan secara bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Dari sekian banyak pemain tersebut, hanya satu orang yang menjadi bombo, sedangkan pemain yang lainnya akan berdiri membentuk sebuah lingkaran mengelilingi bombo, yang nantinya akan ditebak namanya oleh bombo. Selain pemain, akbombo-bombo juga menggunakan seorang wasit (matowa) yang diambil dari para penonton untuk mengawasi jalannya permainan. Permainan yang disebut akbombo-bombo intinya adalah pemain yang menjadi bombo harus menebak (dengan mata ditutup sarung) nama salah seorang pemain hanya dengan meraba sambil berucap perkataan yang lucu. Apabila ia berhasil menebak, maka pemain yang ditebak tersebut harus menggantikannya menjadi bombo. Namun, apabila tebakan salah, maka pemain tersebut akan tetap menjadi bombo.
 
Nilai yang ada di dalam permainan ini adalah : kerja keras, kerja sama dan sportivitas. Nilai kerja keras terdapat pada usaha pemain yang menjadi bombo untuk mengenali pemain lain hanya dengan rabaan dan kata-kata yang dapat membuat pemain yang diraba tertawa. Nilai kerja sama tercermin dari permainan yang dilakukan secara beregu. Setiap regu, anggotanya akan bekerja sama untuk mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya agar dapat mengalahkan regu lawan. Nilai sportivitas tercermin dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang selama permainan berlangsung dan bersedia menggantikan posisi pemain yang menjadi bombo. Nilai sportivitas juga perlu ditunjukkan oleh sebuah regu yang harus berlapang dada apabila regunya kalah dari regu lawan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar